Heru's posts with tag: sanju-roku
Sanju-roku or sam sib hok keduanya bermakna `tiga enam` dalam bahasa Jepang dan Thai, dua bahasa yang belakangan tengah saya akrabi. Kenapa tiga enam, karena konon menurut penanggalan Masehi, pada 13 Januari 2008 saya tepat berusia tiga puluh enam tahun. Jelas usia yang sudah tidak muda lagi, walaupun juga tak bisa disebut tua. Beberapa teman yang berusia tigapuluhan ke atas kadang malu menyebut usianya selain mengatakan ...I`m thirty something.
Masalah yang lebih penting adalah pencapaian apa yang telah dicapai pada usia ini, jangan bandingkan dengan Alexander the Great yang usianya berhenti pada 33 tahun namun telah menaklukkan Yunani Kuno, Asia Barat, Mesir, Persia, sampai batas negeri India. Atau Benazir Bhutto yang menjadi PM pada usia 35 tahun, atau Soekarno-Hatta yang menggagas kemerdekaan Indonesia pada usia twenty something... Catat saja amalan mana yang lebih banyak so far, apakah amalan buruk ataukah amalan baik.
Yang jelas, ulang tahun adalah saat tepat untuk bermuhasabah. Bahwa usia semakin tua, ajal barangkali semakin dijelang, dan pengadilan hari akhir tengah menanti. Maka, ucapan happy birthday saja tak berarti apa-apa apabila tak membuat hati menangis dan mata bersembab, karena tak jelas kapan akan menghadapi pengadilan hari akhir. Seperti drama sakitnya Soeharto, program Channel News Asia TV yang kerap saya tonton setiap hari hampir setiap sehat menyajikan kondisi kesehatan Soehartondi RSPP, mujlai dari `critical`, `very critical`, `multiple organ failures`. Sampai-sampai news reader TV tersebut mengakatakan pada Jum`at malam 11 Januari 2008 : "Vice President Jusuf Kalla, highest official in Indonesia now since President SBY flew to Malaysia, has paid a visit to Soeharto`s, he is acting as an official witness from Indonesian government to witness Soeharto`s death". Sang pembaca berita membaca dengan tenang dan saya terkesiap dan bertanya, kok tahu-tahunya sang pembaca berita mengatakan bahwa Soeharto akan segera mati? Nyatanya, Malaikat Izrail memang belum memanggil Soeharto hari Jum`at kemarin, pun dua hari setelahnya. Maka, jelas tak ada yang tahu kapan hari dan saat meninggal seseorang selain Zat Yang Maha Tahu. Maka, jelas juga tak ada manusia yang memberi selamat pada sesamanya : Selamat Hari Kematian...karena ketiadaan informasi yang jelas kapan seseorang akan mangkat.
Selamat bermuhasabah dan bermutaba`ah, karena kullu nafsin dzaaiqatul maut...
| |
|