

Tiga pekan silam di daerah Pathum Thani, utara Bangkok, saya memfasilitasi pengajian Ibu-Ibu KBRI Bangkok dan Masyarakat Indonesia di Bangkok area. Tempat pengajian adalah rumah Ibu Yuli, warga Indonesia yang menikah dengan pria asing dan tinggal di daerah elite Bangkok.
Pengajiannya sih biasa. Tapi momentum kali ini berbeda. Tuan rumah, Ibu Yuli, ternyata sekaligus merayakan 18 tahun hari pernikahannya pada hari itu. Di tengah acara pengajian, sang suami datang dari kantor, membawakan buket mawar dan mencium istrinya di hadapan kami. Romantis, sekaligus membuat iri. Para Ibu peserta pengajian bertepuk tangan. Siapa sih yang tidak senang melihat pasangan rukun dan keluarga bahagia?
Tiba saatnya memotong tumpeng dan membacakan do"a. Saya mendapat kehormatan menerima nasi tumpeng pertama sekaligus membacakan do'a. Tutur kata saya tenang. Tapi hati saya menangis. Saya terharu kepada setiap orang yang memaknai kebersamaannya dengan indah.
Hari ini, 2 Maret 2008, saya memperingati 11 sebelas tahun pernikahan kami. Sendiri saja. Istri saya tercinta, Widi Utami alias Uut di Jakarta bersama keempat anak kami. Saya masih di Bangkok beserta setumpuk paper kuliah yang menumpuk. Saya men-SMS istri tepat di tengah malam, dan ia membalas dua jam kemudian. Persis di dinihari ketika saya sudah tidur. Sebelas tahun bersamanya saya paham kebiasaannya. Selalu bangun di dinihari, apakah untuk shalat malam ataukah menyusui bayi kami yang menangis karena pipis. Amat jarang ia meninggalkan shalat malam dan membaca Al Qur"an di malam hari. Terkecuali tengah halangan.
Istri saya bukan siapa-siapa. Tak terkenal. Tak banyak orang mengenalnya. Ia ibu rumah tangga biasa dan karyawati BUMN biasa. Namun bagi saya ia sungguh luar biasa. Melahirkan empat anak dan membesarkannya sambil tetap bekerja di kantor sungguh bukan perkara yang mudah. Belum suaminya seringkali tidak berada di sisinya. Termasuk sekarang ini. Sudah terlalu banyak dia berkorban untuk saya dan anak-anak kami. Ia adalah karunia untuk saya...
Allahummaghirlana waliwalidayna warhamhumma kamaa rabbayana shaghira, Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrataa"yun waj'alna lil muttaqiina imaama...ya Allah jadikanlah kami keluarga sakinah mawadaah wa rahmah, jadikanlah kami suami istri dan ayah ibu yang saling menolong dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kesabaran.
Salam cinta untukmu istriku !