 Hari Jum`at 11 January 2008 saya menghadiri kuliah umum Dr. Mary Callahan (Univ. of Washington) di Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Phra Chan Campus, persis di tepi sungai Chao Phraya. Tema kuliah ini adalah "Human Rights Violation and Poverty in Burma." Berikut excerpts dari kuliah Mary :
Rally/ long march akbar yang dilakukan oleh para Burmese monks pada 18 - 25 September 2007 adalah salah satu cara untuk menyampaikan message pada dunia bahwa rakyat Burma tengah berada dalam penderitaan. Dan ini bukan hal yang pertama kali. Sejak tahun 1962, saat dimana General Ne Win memegang tampuk kekuasaan, rakyat Burma mulai memasuki era mimpi buruk. Tahun 1988 kondisi semakin buruk ketika junta militer, dipimpin beberapa Jenderal Senior (Than Shwee) merebut tampuk kekuasaan. Padahal pada tahun 1950-an Burma adalah negara paling modern di Asia Tenggara (in a state of modernity), lebih maju daripada Thailand bahkan. Long march bulan September silam dilakukan oleh para progressive monks. Dimana mereka sebelumnya juga menolak pemberian darma dari militer dan keluarganya (alm bowl). Padahal, adalah suatu tradisi dimana setiap pagi hari monks berkeliling untuk mengumpulkan derma dalam piring sebagai kesempatan bagi Buddhist people untuk beramal baik. Misi lain dari protes para monk adalah untuk mengatakan pada dunia bahwa mereka menghendaki pergantian rezim/ junta militer yang kini ditampu oleh Senior General Than Shwee, pimpinan SPDC (State Peace and Development Council). Juga untuk pembebasan pemimpin informal Burma- National League for Democracy, Daw Aung San Suu Kyi, yang telah 12 tahun menjalani tahanan rumah (house arrest).
Wajah Burma di masa Junta Militer sungguh mengenaskan. Indeks HDI (Human Development Index) Burma adalah menempati urutan no. 132 dari total 177 negara. 90% dari penduduknya berpenghasilan kurang dari 65 cents/ hari. 70% rumah tangga mengalami kekurangan pangan. Rakyat tewas setiap hari karena penyakit yang tak dapat dicegah. 60.000 anak-anak tewas karena diare dan gangguan pernapasan setiap tahunnya. Sepertiga anak-anak di bawah usia lima tahun mengalami malnutrisi. Setengah dari jumlah anak-anak tidak menamatkan pendidikan dasar. Rakyat juga mengalami minim akses terhadap listrik, akses yang terbatas terhadap air bersih, dan 90% penduduk tak bisa mengakses layanan perbankan karena sistem perbankan collapsed pada tahun 2003. Hal ini membuat Burma menjadi negara termiskin di tengah kawasan terkaya dunia, Asia Tenggara.
Ironisnya, pada tahun 2006, General Than Shwe menyelenggarakan pernikahan putrinya yang menyedot biaya tiga kali lebih besar dari anggaran kesehatan Burma. Total wedding gift yang diterima pengantin baru tersebut senilai dengan USD $ 50 juta.
Di sisi lain, junta militer terus menangguk rezeki dari kekayaan alam Burma. India, Thailand, China, Singapore dan MNCs lainnya, memiliki kerjasama dagang yang baik dengan Burma utamanya di bidang perkayuan, minyak dan gas bumi.
Apakah solusi terbaik untuk Burma? Mary Callahan tak sepakat bila berwujud sanksi ekonomi, karena sanksi tersebut lebih sering mendera rakyat yang tak berdosa daripada sang junta militer. Maka, smart sanctions yang designate only to juntas adalah salah satu alternatif.
Disamping itu, yang wajib menjadi perhatian adalah kondisi minoritas muslim Burma yang tinggal di Arakan/ Rohingya, bagian barat Burma berbatasan dengan Bangladesh. Kondisi mereka sungguh menyedihkan. Berstatus stateless, tak diakui sebagai warga oleh rezim Burma. Jumlahnya sekitar 100.000 jiwa, kendati menurut muslim Burma jumlah mereka adalah 10% dari total populasi Burma. Kendati minim pengakuan, namun minoritas muslim Burma turut berjuang bersama para monk untuk pergantian rezim di Burma.
  | wah sepertinya sama kaya indo ya......... negara kaya raya tapi yang kita tahu rakyat juga masih banyak yang kekurangan serta masih banyak hal lain yang belum kunjung selesai. kadang bencana masih saja menerpa negara ini. semoga pemimpin dapat segera mencari jalan keluarnya. |
 | kok miskin ya? ya masih samalah ma indonesia kaya ya para pejabatnya aja,rakyat????????? |
| |
|