Kanchanaburi adalah kota dan propinsi yang terletak di sebelah barat Thailand berbatasan dengan Burma/ Myanmar, tiga jam perjalanan dari Bangkok. Terkenal karena wisata sungainya yaitu Sungai Kwai dan juga jembatannya yang terkenal. Jembatan River Kwai pernah difilmkan pada tahun 1950-an dengan judul Bridge Over River Kwai. Jembatan ini populer karena pembuatannya pada tahun 1942 - 1943 menelan korban nyaris 100.000 pekerja paksa (romusha) yang dipaksa bekerja oleh tentara Jepang. Ketika itu Jepang ingin membangun rel KA yang menghubungkan Bangkok dengan Burma demi mempermudah aneksasi negara tersebut yang saat itu dikuasai Inggris. Di antara para Romusha terdapat tawanan perang dari Indonesia (Jawa) yang kemudian sebagian kecil anak cucunya tinggal di Thailand sampai sekarang. Kayu dan besi yang dipakai untuk membuat jembatan ini juga didatangkan dari Indonesia. Maka, jembatan River Kwai ini sebenarnya biasa saja, namun nilai historisnya luar biasa, sebagai monumen kekejaman perang Jepang di PD II. Selain jembatan, Kanchanaburi terkenal juga dengan wisata sungai yang dahsyat. Dengan rumah terapung, berenang di arus kencang, rafting, juga wisata gua tempat pembantaian tentara Jepang di bukit Kanchanaburi. To be honest, pemandangan seperti ini banyak ditemukan di Indonesia. Tidak sangat luar biasa. Indonesia jauh lebih kaya pemandangan alam. Namun Thailand dapat mengemas yang biasa ini menjadi luar biasa dengan ecotourism yang mampu memikat turis mancanegara. Ketersediaan fasilitas, kelengkapan prasarana, keterjangkauan dan murahnya biaya menjadi daya tarik tersendiri.
floating houses over River Kwai.jpg
bambo trees in Kanchanaburi hill.jpg
floating houses over River Kwai2.jpg
old train over River Kwai.jpg
the bridge over river Kwai.jpg
the train over the bridge of river Kwai.jpg
WW II Japanese atrocities of River Kwai monument.jpg
Phra Pathom Chedi Nakorn Pathom.jpg
swimming on river Kwai.jpg
|